Senin, 07 Mei 2012

the rain admire


Hujan kembali datang sore ini. Ya, disaat cuaca diikotaku tadinya masih cerah. Tiba-tiba dengan perlahan curahan langit itu mulai menyingkirkan cahaya jingga itu dan merubahnya menjadi awan gelap. Hawa dingin merambat perlahan merasuk kedalam setiap tubuh manusia yang merasakannya.
Hujan, ya sudah hampir tiga minggu ini aku tidak menikmati tenangnya tetesanmu. Ketika kulihat langit mulai memberi tanda kedatanganmu, aku segera mengambil posisi seperti biasa aku menikmati tetesanmu itu. Ya merasakannya lewat jendela kamarku. Merasakan tetesan-tetesan yang kamu berikan dengan jemariku. Merasakan kehangatannya dengan menggenggamnya. Walau tak lama, namun tetap terasa. Bukan dingin, tapi hangat. Itu yang kurasa.
Berdiam diri, memejamkan mata merasakanmu. Merupakan hal yang selalu aku lakukan untukmu. Seperti aku bermain dengan hujan itu. Menggenggamnya walau tak lama, tapi terasa. Aku suka melakukannya, hal yang mungkin kamu tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah. Karena hanya aku yang begitu. Tidak kamu.
Ya, sudah lama tidak seperti ini. Aku merindukannya saat-saat seperti ini. Aku merindukan kesendirianku dalam hujan. Aku merindukan bercerita tentangmu dengan hujan itu.
Hujan dan kamu, selalu akan menjadi seperti itu. Dan aku akan selalu menjadi pengaggum rahasiamu. Tak pernah berhenti, sekalipun musim kemarau sebentar lagi akan datang. Aku akan tetap menunggu. Menunggu hujan itu datang kembali, seperti sore ini.

Sabtu, 05 Mei 2012

Mengagumimu

this pict from here
Hari ini, aku dan kamu kembali bertemu. Setelah kemarin kita bersama bermain dibawah rintik hujan. Walau hanya lewat tatapan yang tersirat saat itu. Kamu tahu aku merasakan ada getar yang tak sempat aku cerna. Perasaan itu. Entah kagum, suka, jatuh cinta apalagi. Entahlah, yang aku tahu aku suka menikmati suasana sore itu. Apa kamu juga?

Tatapan matamu itu membuat aku luluh. Kamu tahu jika hatiku diumpakan lilin. Lilin yang diberi api pada sumbunya. Ya.. seperti itu lelehannya bisa mengalir sepersekian detik. Bayangkan saja. Tatapan matamu itu benar-benar membuat jantungku berdegup kencang. Sekaligus membuatku membeku untuk sesaat.

Walau tak seharian bersamamu. Tapi setidaknya waktu 2 jam itu memberi arti tersendiri. Terlebih saat itu hujan. Yaa.. hujan mengurung aku dan kamu digedung itu. Kamu tahu? Aku suka, aku suka sekali momen seperti itu. Baju yang basah, dingin, tidak terasa. Karena saat itu aku melihat pancaran hangat dari binar matamu, sayang. Apa kamu menyadarinya? Aku telah memperhatikanmu sejak awal.

Dan hari ini, terulang kembali. Tepat disaat mentari tersenyum dibalik awan. Aku dan kamu kembali bertemu digedung itu. Kembali logika dan nurani bertemu disatu titik. Aku bingung. Perasaan apa lagi ini? Getar yang terjadi sore kemarin terulang pagi ini. Aaahhhh, aku menyukainya. Aku menyukai ketika senyumanmu merekah pagi ini. Aku menyukai binar matamu yang hangatnya mengalahkan mentari. Setidaknya itu menurutku. 

Ketika kamu datang menghampiri ku, sejujurnya aku tak berani menatap jauh kedalam matamu. Dan aku tak tahu kenapa perasaan itu bisa datang. Lembutnya tatapanmu. Aku suka ketika kamu menatapku. Aku suka ketika kamu memanggil namaku. Dan aku paling suka dengan simpul senyum yang terbingkai dibibirmu, apalagi saat mata aku dan kamu beradu pandang. Aku suka momen itu. Apa kamu juga?

Aku hanya ingin menjadi pengagummu, setidaknya untuk saat ini. Karena aku suka diam-diam memandangimu. Karena aku suka memotret senyummu dengan mataku, lalu menyimpannya di memoriku. Bolehkah? Menikmati dengan diamku.

Kalau bisa setiap saat aku akan datang mengunjungimu ke tempat ini. Hanya untuk memotret kilas senyum itu. Sebanyak mungkin. Pastinya tanpa sepengetahuanmu. Itu akan kulakukan diam-diam. Merekam setiap gerikmu, melihat cara bingungmu. Itu aku suka. Menjadi pengaggummu, sepertinya akan menjadi hobby baru dihariku. Mungkin bukan hanya hobby, yaaa…. Sepertinya sudah menjadi candu sejak pertama aku mengenalmu. Namun aku belum berani untuk mengungkap keberadaanku. 

Aku hanya suka seperti ini. Diam-diam mengaggumimu. Diam-diam mengikutimu. Diam-diam merekammu. Diam-diam memotretmu. Diam-diam JATUH CINTA PADAMU.


Kamis, 05 April 2012

YOU


Senang,… itu perasaan pagi tadi hingga saat ini. Kenapa..??? Karena sekali lagi aku menikmati waktuku bersamamu. Ya kita sama-sama menunggu pagi. meskipun kita hanya berhadapan pada layar ini, selalu layar ini yang menjadi penghubung dan pembatas kita. Senyum dibibirku tak pernah lepas, meski hanya tulisanmu yang kubaca.,  Tahukah kamu, aku sungguh menikmati hari ini. 

Setidaknya kesendirianku malam itu benar-benar membawa hadirmu disini, meski secara tak langsung. Tapi kamu ADA, ADA dihadapku, kamu berada diseberang layar itu, kita sama-sama menatap. Andai bisa kutembus, sekali lagi aku berharap keajaiban didunia ini.
Berbicara tentang rasa,.. sungguh membuatku lega. Setidaknya aku tahu kalau aku tak hanya merasakannya sendiri. Ternyata kamu juga. Terimakasih untuk setiap rasa yang masih kamu sisakan. I MISS YOU MORE THAN I CAN SAY…

Terimakasih untuk hati yang masih memberikanku ruang. Terimakasih untuk waktu yang selalu kamu luangkan hanya untuk membaca tulisan ini. Terimakasih untuk setiap kata yang kamu berikan untukku, hingga sepanjang hari ini aku hanya tersenyum sepanjang hari. Hingga aku diprotes oleh adikku, sikapmu hari ini aneh, kenapa bawaannya senyum terus. Dan sekali lagi aku hanya tersenyum mendengar ocehannya. Ya hal itu memang aku rasakan hari ini.

Dia masih dia, masih dia yang bisa membuatku tersenyum walau tak ayal terkadang aku menangis untuk dia. Untuk rasa yang selama ini aku miliki. Dia masih dia dan tetap akan selalu dia. Dan dia itu kamu.

Tolong kamu jangan menjauh yaa, setidaknya tetaplah dekat dihati ini. Disetiap waktuku akan selalu hadir kamu, sekalipun aku tertidur. Entah apa yang membuatku begini. Pasti itu yang akan setiap orang pertanyakan nantinya. Dan aku tak akan pernah peduli dengan pertanyaan itu. Karena itulah rasa yang aku miliki. Dan mereka tak pernah mengerti akan hal itu, karena mereka bukan aku. Yang aku tahu hanyalah setiap rasa itu akan selalu tertuju padamu, entah sampai kapan.